Akhirnya Beralih ke Slackware 13.37

Setelah seminggu lebih menunggu selesainya download Slackware 13.37 menggunakan torrent, akhirnya kemarin selesai juga. Lama karena harus berbagi bandwidth dengan pengguna lain di kos-kosan, bahkan sempat mandeg gara-gara koneksi “lelet abis”. Akhirnya saat ini si Slackware yang baru sudah terpasang dengan anteng di komputer kesayangan.πŸ™‚

Setelah PC selesai diganti, sekarang waktunya apa? Mungkin saatnya laptop yang diberi sedikit penyegaran dan kesaktian baru. Hehe.. Agar tidak ngambek gara-gara diperlakukan tidak sama dengan PC.:mrgreen:

Berbedakah proses instalasinya dengan proses instalasi versi sebelumnya? Hampir tidak sama sekali, kalaupun berbeda hanya tulisannya saja, opsi-opsinya saya rasa sama seperti versi sebelumnya. Slackware memang menggunakan cara lama, yaitu tidak menggunakan Graphical User Interface (GUI) saat proses instalasi. Hal tersebut tidak menyulitkan karena setiap proses selalu didahului dengan kalimat pembuka masing-masing dan sangat jelas. Sama seperti saat kita menginstal Windows XP milik Microsoft, hanya berbasis teks.πŸ™‚

Setelah selesai proses instalasi yang tergolong sangat cepat (bandingkan dengan menginstall Debian), saya tidak sabar untuk mengetahui apa saja yang baru di dalamnya, langsung “startx” setelah login sebagai root. Hasilnya? Sama saja, hahaha.. Eits, tapi tunggu dulu, ternyata ada yang berbeda, terasa lebih bening dari versi sebelumnya yang menggunakan KDE 4.4.3. Sekarang sudah menggunakan KDE 4.5.5, dan semua paket di dalamnya sudah menggunakan versi yang lebih baru. Hampir semua yang kita butuhkan sudah ada di sana, alias komplit.

Bagaimana bila kita membutuhkan paket yang ternyata belum tersedia di repository? Ya, maklum karena masih baru, kita sendiri yang harus bekerja keras membuat paket kita sendiri. Bukan suatu masalah besar, karena dengan kita menggunakan distro ini, secara tidak langsung kita sudah belajar untuk bersabar dan ulet dalam menghadapi permasalahan. Bisa diterapkan juga di kehidupan sehari-hari kita..πŸ˜€

Oiya, kemarin sudah diumumkan bahwa ada update untuk Slackware 13.37, yaitu internet browser Mozilla Firefox dan mail client Mozilla Thunderbird. Langsung saja diupgrade sekalian paket yang dimaksud agar lebih mantap digunakan.

Selamat “bernostalgila” bersama Slackware..πŸ˜†

2 Balasan ke Akhirnya Beralih ke Slackware 13.37

  1. Dian's mengatakan:

    kalau desktop, kalah sama OpenSUSE, KDE di Slackware masih 4.5.5, tapi masih lumayan bagus kok. Selain KDE, ada Xfce, Fluxbox, Blackbox, TWM, dll. Banyak pilihan desktopnya.
    Instalasinya jg cepat, 20 menit selesai. Hehe.. Cuma, file ISO-nya yg gendut, 4,2 GB.
    Dibandingkan distro yg lain, menurut saya sih Slackware yg paling komplit, library lengkap, compiler juga lengkap, desktop banyak pilihan.πŸ™‚
    Kalau ada software yg susah dibikin paketnya, mampir aja ke Slackbuilds.Org, di sana lumayan banyak koleksi SlackBuild scriptnya, sekalian belajar bikin script juga. hehehe..
    ini screenshotnya (KDE, soalnya pas nginstall pake custom, Xfce sama yg lain gak diinstall):
    slekwer-kde-4.5.5-1
    slekwer-kde-4.5.5-2
    Hehe..:mrgreen:

  2. fandi mengatakan:

    pengen nyoba slackware
    tapi kenapa kok ndredeg terus yah…πŸ™‚

    btw ada screenshotnya gak sob… pengen tahu nih.
    kalo secara tampilan menarik… bisa banget buat dicoba tuhπŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: