Linux Untuk Tuna Netra

Pernahkah telintas di benak Anda bahwa betapa pedulinya Open Source bagi manusia? Open source yang sudah kita kenal dengan bebas lisensi (sebagian besar), alias bebas digunakan tanpa harus membeli lisensi, ternyata lebih dari itu. Cakupannya jauh lebih luas dan lebih dalam dalam membantu kegiatan komputasi manusia.

Dari artikel yang saya baca dari detikInet, komputasi tidak hanya untuk manusia yang normal secara fisik, namun juga untuk mereka yang kurang secara fisik, salah satunya tuna netra. Artikel lengkap dari detikInet dapat Anda baca di link ini.

Distro Vinux (Linux for the Visually Impaired), yang merupakan remaster dari Ubuntu dilengkapi dengan software pembaca layar dan software-software pendukung lainnya, membuat distro ini dapat digunakan oleh tuna netra, bahkan sebelum diinstall, alias menggunakan LiveCD.

Saat ini, versi terakhirnya Vinux 3.1 yang berbasis pada Ubuntu 10.10 (Maverick Meerkat) mendukung 32 dan 64 bit. Dapat diinstall ke dalam komputer menggunakan CD maupun USB flashdisk.

Vinux membutuhkan komputer dengan spesifikasi minimal sebagai berikut:

Vinux main Edition:

  • Prosesor 1 GHz x86
  • RAM 1 GB
  • 15 GB ruang kosong harddisk
  • Kartu grafis dan monitor yang mendukung resolusi hingga 1024 x 768 pixel
  • CD/DVD drive dan/atau soket USB
  • Jaringan internet

Vinux (CLI) Installation:

  • Prosesor 300 MHz x86
  • RAM 128 MB
  • 1 GB ruang kosong harddisk
  • Kartu grafis dan monitor yang mendukung resolusi hingga 640 x 480 pixel
  • CD-ROM drive

Download!

16 Balasan ke Linux Untuk Tuna Netra

  1. terlantar mengatakan:

    hehhe yang itu biasalah😦

  2. terlantar mengatakan:

    mungkin rasa penasaran kita sama besarnya wakkwakkakaw😛

  3. terlantar mengatakan:

    saya juga mungkin lebih kreatif dari anda :sombong: , saya pasti klo dah ada korban pasti nyoba ini itu, wong di wxp saja saya gonta2i software sampe eroor komputernya wakwkawkakwakkwa😛

    • Dian's mengatakan:

      ehehe.. pasti sobat lg nyari korban nih..
      kalo nggak “error”, ya nggak belajar..
      dulu jg gonta-ganti, nggak nyampe seminggu sdh ganti lagi distronya, gara2 penasaran..😆

  4. terlantar mengatakan:

    grafisnya gimana SOB

    • Dian's mengatakan:

      ehehe.. becanda kok.. Slackware kan pake KDE, jadi layout desktopnya mirip di Windows..:mrgreen:
      Grafisnya bagus kok, bisa bening2 gitu, mirip Windows 7.

      • terlantar mengatakan:

        haha pernah baca juga gnome dgn KDE sip bgt, tapi masih baca2 saja, blom ada korban😦

      • Dian's mengatakan:

        baca2 aja dulu sob, kalo bisa jgn cuma satu distro. jadi, nanti begitu ada korban, sdh ada gambaran sobat sebaiknya pilih distro yg mana..😀
        meskipun nanti juga bakal nyoba2 yg lain..:mrgreen:

  5. terlantar mengatakan:

    wah benar2 sosialisasi tinggi🙂 , apakah ada ya windusXP buat orang miskin seperti saya😦

    • Dian's mengatakan:

      nah, kata itu yg kemarin gak mampir di kepala saya sob, “sosialisasi”. hehe..😆
      Windows XP? kalo itu saya jg mau sob.. hehe.. maklum, anak kos..:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: