GNOME vs KDE

Sesuai janji saya kepada seorang kawan, kali ini saya membahas mengenai full desktop environment untuk Linux. Berbicara mengenai desktop environment, Linux memiliki banyak sekali pilihan, namun kali ini saya kerucutkan menjadi 2 saja, yaitu GNOME dan KDE. Kenapa saya memilih untuk membandingkan keduanya? Jawabannya adalah, membandingkan lebih mudah daripada hanya membahas salah satu, karena sifatnya cenderung relatif.

Sebenarnya perbandingan ini sangat subjektif, tergantung penggunanya lebih suka dan lebih nyaman menggunakan yang mana. Jadi, posting ini bukan untuk menjelek-jelekkan, tetapi hanya untuk memberikan gambaran lingkungan desktop mana yang cocok untuk Anda. Oke, mari kita mulai pertandingan tinjunya, eh salah, maksudnya perbandingan antara kedua desktop environment yang memukau tersebut.

GNOME adalah lingkungan desktop yang sangat baik. GNOME menawarkan lingkungan yang sangat efisien dan sangat stabil dalam pengoperasiannya. Secara default, GNOME menggunakan 2 buah panel (atas dan bawah). Pada bagian atas diisi oleh menu launcher (applications, places, dan system), shortcut aplikasi, dan system tray. Bagian bawahnya diisi oleh daftar window yang terbuka dan daftar virtual desktop. Defaultnya, di antara 2 panel tersebut diisi oleh wallpaper dan ikon computer, home, dan trash, serta partisi yang di-mount ke dalam folder media (contohnya flashdisk dan partisi-partisi lainnya).

Berikut beberapa screenshot GNOME 2.32: screenshot-1, screenshot-2

KDE adalah lingkungan desktop yang menyerupai Windows. KDE secara default hanya menampilkan 1 panel di bagian bawah. Panel tersebut diisi oleh menu launcher (menu dengan logo K), window list (daftar window yang terbuka), shortcut aplikasi, dan system tray. KDE secara default langsung mengaktifkan efek transparan pada desktopnya, lebih memanjakan mata. KDE memiliki banyak sekali widget untuk dipasang di area desktop, seperti RSS feed, jam digital, dan lain-lain.

Berikut beberapa screenshot KDE 4.4.3: screenshot-1, screenshot-2

Apabila digunakan secara default, tanpa penambahan apapun setelah fresh install, KDE memang terlihat lebih memanjakan mata dengan efek-efek bawaannya. KDE lebih unggul secara default, tetapi tidak apabila GNOME sudah ditambah efek compiz, dock dan lain-lain. Dengan ditambah fitur semacam Cairo Dock, GNOME akan memiliki efek desktop yang menarik seperti milik Macintosh.

GNOME dijadikan desktop default oleh distribusi RHEL, Debian, Ubuntu, dan distro-distro lainnya yang mengedepankan kestabilan. Karena memang (menurut saya) GNOME lebih stabil dalam pengoperasiannya, namun minim efek. Spesifikasi minimum untuk menjalankan desktop GNOME juga lebih rendah bila dibandingkan dengan KDE, membuatnya lebih hemat penggunaan memori dan aktivitas prosesor saat dijalankan.

Saya sudah mencoba dua-duanya, GNOME pada Debian dan KDE pada Slackware. Dua-duanya juga sangat membantu aktivitas komputasi sehari-hari saya. Cuma terkadang saya menemukan crash pada KDE, tidak pada GNOME, tapi crash tersebut sangat jarang sekali terjadi.

Yang mana yang akan dipilih tentunya kembali lagi pada penggunanya, lebih suka/terbiasa menggunakan yang mana. Karena dalam dunia open source Anda bebas untuk memilih.πŸ˜€

9 Balasan ke GNOME vs KDE

  1. Terimakasih penjelasannya sangat menarik.
    apakah KDE ini sekarang yang selalu di pake di Ubuntu 12.04?

  2. budi_mulyana mengatakan:

    tapi saya tetep cinta ama KDE-4 dengan slackware nya
    masih idola no-1 untuk LINUX….
    simple cenderung banyak pendidikan nya…

  3. […] meski sebelum-sebelumnya saya membuat artikel tentang KDE 4.6 di opensuse 11.4 yang saya gunakan… nyatanya saya harus membuka mata dan mengakui kekalahan saya. dengan berat hati saya kembali ke GNOME 2.3 sebagai DE yang saya pilih di opensuse 11.4. apalagi setelah saya membaca artikel dari sini. […]

  4. Dian's mengatakan:

    hehe.. nyari PC nganggur nih.. sip, lanjutkan sob.. saya dukung Go Open Source..πŸ˜€

    • terlantar mengatakan:

      iya sob, thanks, nanti klo g bisa tolong bantuannya, dan sebelumnya maaf merepotkan😦

      • Dian's mengatakan:

        tenang sob, kita di sini tolong-menolong kok..
        sama-sama. hehe..
        gak merepotkan kok, siapa tahu yg saya ketahui bisa berguna buat siapa aja yang baca. sekalian saya juga belajar..:mrgreen:

  5. terlantar mengatakan:

    hahahaha, ini yang saya pengen saya baca untuk beberapa hari ini, makasih SOB, mungkin saya akan pilih Gnome saja (week)πŸ˜›

    • Dian's mengatakan:

      Hehe.. kemarin bingung pilih screenshotnya, makanya jadi lama. jadi pake distro apa sob?πŸ˜€

      • terlantar mengatakan:

        blom ada korban PC buat instal linux, masih pada adem ayem dengan Windus nya, ntar klo ada korban baru tak kabari, wakwkakwkakw (sekalian buat praktek :D)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: