Kunci Jadi Orang, Kurangi Ketergantungan, Jadi Diri Sendiri

Mungkin banyak yang bertanya apa yang saya maksud dengan “jadi orang”? Bukannya kita semua adalah “orang”? Yang saya maksudkan adalah jadi orang yang bisa melakukan semua tindakan berdasarkan yang ada dari dalam diri.

Manusia adalah makhluk sosial yang pasti tergantung pada orang lain, tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri. Namun, menurut saya, sifat ketergantungan itu yang membunuh ide dan kreativitas dari manusia, sehingga tidak bisa mandiri. Mengapa?

Sifat selalu tergantung terhadap orang lain membuat kita selalu tidak percaya diri, selalu dibayangi ketakutan untuk melakukan sesuatu. Bahkan yang sebenarnya menurut akal sehat kita itu benar, kita tetap tidak berani untuk memulainya. Kita tidak berani untuk bertindak tanpa dibantu dan digerakkan orang lain.

Apakah Anda ingin seperti orang yang saya maksudkan? Tentunya setiap orang tidak ingin, namun ternyata hal tersebut kerap terjadi, dan tertanam di dalam diri. Apabila sifat tersebut masih kita pertahankan, kita tak ubahnya robot. Tidak punya inisiatif, statis, tidak ada ide yang bisa kita sampaikan, tidak ada keberanian untuk bertindak, tidak punya semangat juang dari dalam diri.

Bagaimana caranya jadi orang? Bagaimana caranya agar bisa terbebas dari belenggu ketergantungan terhadap orang lain dalam melakukan segala sesuatu?

Mungkin di bawah ini bisa membantu menjadikan kita lebih mandiri sebelum-saat-sesudah melakukan segala hal. Beberapa langkah menjadi diri sendiri antara lain:

Niat. Dengan memiliki niat yang kuat dalam diri kita, kita akan selalu terpacu untuk bisa melakukan segala sesuatu dengan baik, benar, dan tuntas. Niat jangan hanya dilakukan sebelum kita memulai ibadah, tapi juga harus dapat menerapkan niat itu di kehidupan sehari-hari kita. Dengan niat, ibadah yang kita lakukan berjalan dengan baik, benar, dan tuntas bukan? Lakukan segala sesuatu seperti kita hendak melakukan ibadah, yaitu didahului dengan niat yang kuat. Tuhan menyuruh manusia selalu niat sebelum beribadah, pastinya juga harus kita gunakan sebelum memulai segala kegiatan.

Yakin dan percaya diri. Yakin dan percaya diri kita mampu untuk melakukan hal yang kita maksud, ibarat bahan bakar di dalam diri kita. Modal untuk mengobarkan semangat. “Membesarkan api kecil yang hampir padam”, seperti dalam potongan lirik lagu Shaggy Dog. Juga seperti kata mutiara Bung Karno: “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia!”. Mungkin kata-kata Bung Karno tidak masuk akal, tapi rasakanlah semangat dari kata-kata tersebut, begitu yakin dan percaya diri. Luar biasa, membakar semangat percaya diri. Bergairah!

Cara atau rencana. Cara atau rencana yang seperti apa yang akan kita gunakan juga harus kita pertimbangkan sendiri matang-matang. Berbeda cara, bisa saja hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dalam tahap ini, manusia sebagai makhluk sosial berperan. Berdiskusi dengan teman dekat mungkin bisa kita gunakan sebagai “masukan”, ide tambahan. Ingat, hanya sebagai masukan untuk kita, untuk dipertimbangkan ulang. Bukan untuk langsung kita lakukan. Diri kita sendiri yang harus “menentukan cara” seperti apa yang akan kita ambil, setelah manimbang-nimbang masukan dari teman kita.

Lakukan atau bahasa kerennya “eksekusi”. Setelah rencana (cara) tersusun dengan baik, langkah eksekusi harus dilakukan sepenuh hati, tidak ada kata setengah-setengah, lakukan dengan semangat dan percaya diri yang sudah dibangun sebelumnya. Tentunya jangan lupa berdoa, berharap semuanya berjalan sesuai rencana.

Tanggung jawab. Hal ini yang sering kita lupakan, atau malah kita hindari. Tanggung jawab sangatlah penting. Selalu bertanggung jawab atas semua tindakan yang telah dilakukan merupakan koreksi sekaligus motivasi untuk memulai sesuatu di kemudian hari. Memotivasi untuk menciptakan revisi, agar tidak melakukan kesalahan yang sama, serta memacu agar kita selalu berusaha lebih baik.

Sepertinya itu saja yang bisa saya tuliskan, yang lainnya mungkin bisa Anda tambahkan sendiri apabila belum termasuk dalam tulisan di atas.

Ide tulisan ini terlahir dari secangkir kopi di pagi hari. Selamat pagi. Selamat Hari Valentine, dan selamat menjadi diri sendiri.

4 Balasan ke Kunci Jadi Orang, Kurangi Ketergantungan, Jadi Diri Sendiri

  1. Mr. Gondrong mengatakan:

    >Mantap mantranya mas bro.. haha..

  2. matrudian mengatakan:

    >nice post, teman…!mari sama-sama menjadi orang dengan sebenar-benarnya orang, memiliki kontribusi dan bermanfaat setidaknya untuk diri sendiri, orang tua maupun untuk orang lain…salam,hehehe.

  3. Mr. Gondrong mengatakan:

    >@ Penghuni 60: Sip! Be Your Self!Salam kenal juga. makasih sudah mampir..

  4. Penghuni 60 mengatakan:

    >Oke bgt tuh…"BE YOUR SELF !!"slm knl ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: