Bahaya Google Translate Bagi Siswa

Google Translate, layanan penerjemah online persembahan dari Google yang mendukung penerjemahan ratusan bahasa dari seluruh dunia. Siapa yang tidak tahu? Pasti hampir semua netter tahu, pernah, dan bahkan selalu menggunakannya.

Sejatinya, layanan ini ditujukan untuk mempermudah orang untuk menterjemahkan bahasa dengan instan, pengguna tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan hasil dari terjemahannya. Hasilnya juga cukup memuaskan, asalkan sumber yang akan diterjemahkan baku dan sesuai kaidah bahasa.

Lalu, bagaimana jika layanan ini digunakan oleh siswa, yang ingin “membuktikan keampuhan Google Translate”? Dalam mengerjakan tugas rumah (PR) Bahasa Inggris misalnya, siswa tidak lagi harus susah payah mencari arti dari kata yang seharusnya mereka cari di dalam kamus konvensional, lalu merangkai kata-kata itu menjadi sebuah kalimat atau paragraf yang mereka maksudkan. Cukup dengan memilih penerjemahan bahasa dari Inggris ke Indonesia, ketikkan/copy-paste paragraf yang dimaksud, lalu terjemahkan. Sim Salabim, hanya dalam hitungan detik paragraf hasil terjemahan sudah di depan mata.

Terlihat begitu mudah apabila mereka menggunakan teknologi, semua serba instan. Mudah kok! Guru di sekolah membaca “karya” siswanya sambil manggut-manggut: Bagus, kata guru. Ya, mengerjakan tugas sekarang semudah kita mendengar suara klik dari mouse komputer.

Ketika ujian tiba, saat tidak ada kesempatan mengakses internet, siswa tersebut tak berdaya tanpa “si Mbah”. Tidak ada kesaktian yang bisa membantu, tidak ada bala bantuan dari GT. Hasilnya, Anda pasti sudah bisa menebak.

Teknologi yang dianggap baikpun ternyata memiliki sisi gelap yang sering kita abaikan. Menggunakan teknologi sekecil apapun, seperti kita memegang pedang bermata dua, ada sisi baik dan sisi buruk.

Sesuatu yang dilakukan dengan jerih payah, pasti akan terus Anda ingat. Ilmu tidak bisa diperoleh dengan cara instan. Teknologi hanya sebagai pelengkap dan alat bantu. Sebelum menjamah teknologi, kita harus tahu terlebih dahulu dasarnya, cara manualnya. Dengan maksud, apabila nanti tidak ada teknologi yang bisa digunakan, tidak ada alat bantu, kita tetap bisa memberikan yang terbaik dari kita.

Bukankah menyenangkan apabila kita bisa memberikan yang terbaik dari diri kita kapanpun waktunya dan dimanapun kita berada??

22 Balasan ke Bahaya Google Translate Bagi Siswa

  1. Mr. Gondrong mengatakan:

    >@ soulofbiz: iya sob, sudah banyak banget yg pakai.. hehe.. makasih sdh mampir.. salam..

  2. soulofbiz mengatakan:

    >hahahaha ketauwan juga kebetannya tapi kadang grammarnya masih salah…. ternyata udah bayak yang pake juga heheheh

  3. Mr. Gondrong mengatakan:

    >@ naughtyric: iya sob, tergantung niat yang pakai.. Pinjem kata2 Gus Dur: Gitu aja kok repot.. hehe..Makasih sdh mampir + tanggapannya..salam..

  4. naughtyric mengatakan:

    >aku duluw jg sering make,tp smua balik ke diri sendiri bukane pintar malah bikin males, ngapain ribet ada mbah google. semboyan duluw,hehe,,,,

  5. Mr. Gondrong mengatakan:

    >@ wallpaperfootballer: hehe.. ada kok. mgkn yg di atas itu cuma salah satunya..@ Oiqs Gila: iya sob.. kalau bahasa yg mau diterjemahin kacau, hasilnya jg kacau.. hehe@ Syaifullah Arifin: Makasih sob.. mari kita saling berbagi.. (sok tau nih saya) hehe..@ vankim: ada yg ngaku nih.. hehe.. kalau bukan siswa kan gak apa2 sob..makasih tanggapannya.. salam buat semua..

  6. vankim mengatakan:

    >ya jujur aku sering memakainya.. hehe tapi aku kan dah bukan siswa lg..

  7. Syaifullah Arifin mengatakan:

    >sama-sama sobat ku…aku akan sangat senang memberi tanggapan tentang hal-hal yang positif seperti postingan sobat…sangat bermanfaat…

  8. Oiqs Gila mengatakan:

    >Tergantung grammer bahasa indonesia itu sendiri kayake, klo penulisan bhasa indonya bener.. yang pasti googlenya jga bakalan ngasih terjemahan yang tepat.., pengalaman ane sih.. :)) gk tau lok yg laen..🙂 but, kepp post.. i like it..

  9. wallpaperfootballer mengatakan:

    >ternyata ada bahayanya jg yah..!! hehe..

  10. Mr. Gondrong mengatakan:

    >@ Munir Ardi: Iya mas, memang sudah berubah sekarang gaya belajar siswa. Dulu untuk belajar/mengerjakan tugas Bahasa Inggris harus mencari kata yang dimaksud di dalam kamus, dan butuh waktu cukup lama untuk mencarinya. Tapi di balik susahnya mencari kata itu, ternyata siswa yang mencari secara manual lebih paham dan lancar Bahasa Inggris.Hehe.. Mungkin itu salah satu sisi buruk dari teknologi apabila tidak digunakan secara bijak..Terima kasih kunjungan + tanggapannya. Salam..

  11. Munir Ardi mengatakan:

    >salam kenal saya guru bhs inggris mas , sejak internet memwabah murid saya memang nggak susah lagi sekarang ,dapat tugas diterjemahkan dulu apa maksudnya , lalu jawabannya ditulis bhs indonesia lalu diterjemahkan kedalam bhs inggris akibatnya mereka tidak berkembang dalam bhs inggris malah hapal mati masalah TIk

  12. Mr. Gondrong mengatakan:

    >@ Syaifullah Arifin: tepat sekali apa kata sobat.. makasih kunjungan + tanggapannya..🙂

  13. Syaifullah Arifin mengatakan:

    >Yuppsst… bener bgt tUh sobat ku…Setiap proses adalah pelajaran dan belajar itu adalah sebuah proses…Jika kita mendapatkan sesuatu itu dgn instan pasti hasilnya juga Instan dan ga' akan berkesan atau tertinggal di otak kita…

  14. Mr. Gondrong mengatakan:

    >@ Syaifullah Arifin: benul itu sob.. eh, betul maksudnya.. klo niat kita hanya sekedar mendapatkan hasil, pasti yg didapat dari GT ditelan mentah2.. Tapi kalau niat kita sungguh2 pgn belajar, tp dgn dijembatani teknologi, kita jg akan tau prosesnya, dan proses itulah yang berharga.@ Asis Sugianto: Sip! Gunakan teknologi sebaik-baiknya.. Salah sedikit, bisa jd senjata makan tuan lho.. hehe..Terima kasih sudah mampir + urunan komentarnya..🙂

  15. Asis Sugianto mengatakan:

    >sebaiknya gunakan teknologi yang ada dengan sebaik-baiknya,,,

  16. Syaifullah Arifin mengatakan:

    >Awalny saya tidak setuju dengan judulnya sobat ku, tapi begitu sampai di tengah baru saya sadari betapa benarnya yg kamu kata kan itu sobat ku..ini perlu di share ke berbagai jejaringan dan harus di baca banyak siswa siswi…tapi bagi saya itu telah membantu saya belajar bahasa inggris dan sekarang saya bisa lebih baik dalam bahasa inggris…itu sebenarnya tergantung kita juga ya sob… kalau kita bisa menggunakannya dgn baik pasti hasilx jga baik…

  17. Mr. Gondrong mengatakan:

    >@ agus-ID: berarti boleh pakai GT sob.. hehehe..salam kenal jg.. trim's sdh mampir..

  18. agus-ID mengatakan:

    >Sayang udah ngga sekolah laagi :Dsalam kenal

  19. Mr. Gondrong mengatakan:

    >@ rohma n-a: mgkn GT msh harus terus di-update, biar hasilnya lbh memuaskan.. hihi.. GT hanya untuk orang dewasa (baca: berusaha mengelak biar boleh pakai GT). Hehe..Trim's sdh mampir..

  20. rohma n-a mengatakan:

    >wah,, tapi mbah gugel kadang jadi puyeng juga kalo harus translate panjang-panjang..pengalaman,kalo per kata emang bagus..tapi kalo kalimat panjang agak kurang sesuai kaidah😀 (english-indonesia terutama)meski begitu,tetap lanjut 'mempekerjakan' mbah gugel😀

  21. Mr. Gondrong mengatakan:

    >@ amPuzz: wah, itu lebih hebat lg.. hehe. trim's sdh mampir..

  22. amPuzz mengatakan:

    >saya tidak pernah memakai google translate @@jadi tidak tahu . nice info nih .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: