Radiator

Radiator adalah salah satu alat penukar panas (heat exchanger). Radiator berfungsi untuk mempercepat transfer energi panas dari satu tempat ke tempat lain. Pada kendaraan seperti mobil atau sepeda motor, radiator digunakan untuk menjaga temperatur operasi mesin agar kerja mesin optimal dan terhindar dari panas berlebih (overheated).

Radiator biasanya terbuat dari logam Aluminium. Aluminium dipilih karena mempunyai sifat ringan, mudah menyerap dan melepaskan panas. Radiator dipasang di daerah yang menerima aliran udara dengan baik.

Bagian-bagian dari sistem pendinginan menggunakan radiator antara lain:

  1. Radiator, adalah komponen berbentuk persegi atau persegi panjang tempat sirip terpasang. Sirip berfungsi untuk menambah luas penampang perpindahan panas. Semakin besar luas penampang sirip, semakin cepat proses transfer panas.
  2. Kipas radiator, berfungsi untuk mempercepat aliran udara yang melewati sirip radiator. Biasanya digunakan pada mobil.
  3. Pompa coolant, berfungsi untuk mengalirkan coolant dalam sistem pendingin radiator.
  4. Tangki reservoir, berfungsi sebagai tangki penampung cadangan coolant.
  5. Thermal sensor, berfungsi sebagai sensor pembaca temperatur mesin. Temperatur dari mesin ditampilkan di panel dekat speedometer.
  6. Thermo switch, berfungsi untuk mengaktifkan kipas radiator saat suhu hampir mencapai 100 derajat Celcius, agar pendinginan lebih cepat.
  7. Thermostat, berfungsi untuk mengatur debit/kecepatan aliran coolant di dalam radiator, dengan mengatur bukaan klep. Semakin tinggi temperatur, bukaan klep akan semakin besar, debit coolant juga semakin besar.
  8. Tutup radiator (radiator cap), adalah tutup dari radiator yang dilengkapi dengan pegas dan klep.
  9. Selang radiator, berfungsi sebagai tempat mengalirnya coolant dari silinder ke radiator lalu kembali ke silinder.

Radiator memanfaatkan prinsip konduksi, konveksi dan radiasi untuk mentransfer panas dari mesin ke atmosfer. Konduksi terjadi pada saat panas merambat pada silinder, konveksi terjadi pada saat panas merambat pada media fluida (radiator coolant), sedangkan radiasi terjadi pada sirip radiator.

Panas dari mesin diserap oleh radiator coolant yang mengalir dalam sistem pendingin selama mesin bekerja. Panas yang diserap oleh coolant dialirkan menuju radiator untuk dilepas di sirip radiator, coolant dari radiator kemudian kembali lagi ke silinder. Saluran coolant di dalam blok silinder dilindungi oleh water jacket untuk mencegah rembesan coolant ke dalam ruang bakar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: