Mudik, Ganti Cakram Belakang Dengan Diameter Besar, Gaya, Tapi Bahaya!

image Kurang dari 10 hari lagi kita akan menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriah. Tradisi “mudik” pasti membuat kita rindu pada rumah (apalagi bagi anak kos), hehehe..

Nah, sebelum mudik, hal yang wajib kita persiapkan adalah memeriksa kondisi kendaraan (bagi pemilik kendaraan pribadi). Pemeriksaan kendaraan meliputi mesin, kelistrikan, ban, rem, dan lain-lain.

Kali ini giliran perangkat penghenti laju kendaraan yang akan saya bahas. Penjelasan lengkapnya sebagai berikut..

Beberapa tahun ini rem cakram menjadi idola dalam bidang otomotif. Terbukti pada kendaraan keluaran terbaru baik mobil maupun sepeda motor selalu kita jumpai yang namanya “Rem Cakram” atau (Disc Brake). Alasannya, lebih pakem untuk menghentikan laju kendaraan.

Pada sepeda motor, rem cakram biasanya digunakan di roda depan. Namun sepeda motor jenis sport  yang memiliki tenaga besar biasanya menggunakan dua cakram, pada roda depan dan roda belakang. Pemilik motor sport kadang ingin mengganti cakram belakang dengan diameter yang lebih besar, dengan alasan lebih keren dan gaya. Memang modifikasi tersebut akan mendongkrak tampang sepeda motor dan pengendaranya. Namun, adakah sisi negatifnya?

Idealnya cakram belakang sepeda motor ukurannya lebih kecil daripada cakram depan, karena mempertimbangkan unsur keselamatan pengendaranya. Rem depan digunakan 60-70 persen dalam proses pengereman, sedangkan rem belakang sisanya. Cakram belakang didesain untuk menghasilkan daya henti yang lebih kecil bila dibandingkan dengan cakram belakang. Dengan memberikan tekanan yang sama pada handle rem repan dan pedal rem belakang, rem depan menghasilkan keluaran yang lebih besar dari pada rem belakang. Gaya dikalikan jari-jari (F x r) pada rem depan menghasilkan tingkat pengereman yang lebih besar. Itu terjadi karena jarak antara poros roda dengan tepi cakram pada rem depan lebih besar dibandingkan dengan yang ada pada rem belakang.

Lain halnya bila kita mengganti ukuran diameter cakram belakang dengan yang lebih besar, apalagi hingga ukurannya sama dengan diameter cakram rem depan. Kejadian “ngepot” saat pengereman akan sering kita rasakan. Terlebih rem cakram yang terpasang tidak dilengkapi dengan ABS (Anti-Lock Braking System), kejadian “ndelosor” juga mungkin menimpa kita. Oleh karena itu, cakram belakang berdiameter besar tidak diajurkan untuk digunakan.

Keselamatan adalah segalanya saat berkendara. Untuk apa mempunyai kendaraan yang “gaya” tapi ternyata mengabaikan keselamatan pengendaranya. Keluarga kita menunggu di rumah, kehadiran kita adalah hadiah yang tak ternilai bagi mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: